Articles by "Penyakit Obat dan Penamgananya"
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Obat dan Penamgananya. Tampilkan semua postingan

Setiap tahun terjadi perubahan musin, Di Indonesia ini terjadi perubahan dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya, dan saat pergantian musim seperti itu biasanya diikuti oleh merebaknya berbagai penyakit musiman bagi unggas, dan biasanya penyakitnya sangat mematikan,  contoh penyakitnya adalah ND atau tetelo, Flu Burung , snot dan lainnya,  Nah tindakan apa yang dibutuhkan untuk mengantisipasi semua itu bagi penghoby ayam ataupun peternak,

salah satunya adalah  dengan Cleaning Program Saat Cuaca Buruk


clip_image002


Saat musim Pancaroba merupaka Saat cuaca tidak bersahabat bagi Unggas / ayam atau cuaca buruk adalah saat antisipasi bagi para peternak untuk waspada terhadap berbagai serangan penyakit pada unggas peliharaannya, indikator cuaca buruk antara lain perubahan cuaca yang berubah-uabah secara ekstrim, hujan terus menerus, atau kemarau yang berkepanjangan. Kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap stamina hewan ternak misalnya ayam, jika stamina hewan ternak megalami drop maka kemungkinan terinfeksi penyakit sangat besar.
Disaat kondisi seperti ini peternak perlu menjalankan cleaning program, yakni program penangulangan secara preventif terhadap kesehatan hewan ternak agar tidak terjadi penurunan stamina atau terinfeksi penyakit.
Perlu atau tidaknya pemberian obat pada kondisi cuaca buruk yang berkepanjangan tergantung pada kondisi ayam. Jika ayam tidak menunjukkan gejala sakit atau terjadi penurunan produksi, maka cukup dengan pemberian vitamin anti stres dan meningkatkan kondisi tubuh ayam, seperti Strong n Fit, Vita Stress, Fortevit atau Vita Strong.
Jika ayam menunjukkan gejala sakit/terjadi penurunan produksi pemberian obat dapat dilakukan, tentunya obat harus disesuaikan dengan penyakitnya. Sebagai contoh ayam menunjukan gejala ngorok (CRD) maka pemberian Trimezyn-S, dapat dilakukan dengan selang 1 hari dari pemberian sebelumnya atau diganti dengan obat dari golongan yang lain seperti Neo Meditril, Doxyvet atau Proxan-S (pilih salah satu). Yang perlu diperhatikan saat melakukan cleaning program yaitu ketepatan dosis yang diberikan dan hati-hati saat jadwal vaksinasi terutama vaksinasi melalui air minum, sebaiknya pemberian obat dihentikan dulu (dapat diberikan lagi keesokan harinya).
Selain dengan pemberian antibiotik atau vitamin, yang tak kalah penting perlu dilakukan pada saat kondisi cuaca tak bersahabat yaitu melakukan praktek manajemen pemeliharaan yang baik. Hal ini untuk mencegah tingkat stres makin tinggi dan meningkatnya bibit penyakit di lingkungan kandang.

Manajemen tersebut antara lain yaitu :

  • Perhatikan sistem sirkulasi udara dengan sistem buka-tutup tirai kandang (sesuai kondisi cuaca), agar ayam mendapatkan suplai oksigen dengan baik, jika perlu tambahkan blower atau berikan “hujan buatan” saat suhu lingkungan melebihi suhu nyaman. Sedangkan saat udara dingin dan hujan, tutuplah tirai kandang dan jika perlu nyalakan brooder.
  • Atur distribusi dan jumlah tempat ransum dan minum ayam. Hal ini menjadi penting karena ketika suhu udara menjadi panas, konsumsi air minum meningkat. Sebaliknya pada suhu dingin, konsumsi pakan dapat meningkat. Dalam situasi demikian, kompetisi memperebutkan pakan dan air minum meningkat. Bila tidak ditanggulangi dengan seksama rentan menimbulkan korban, baik karena kanibalisme, tertindih ataupun tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.
  • Pemuasaan ayam pada saat cuaca panas dengan mengurangi jumlah pakan, cukup efektif menekan tingkat kematian akibat heat stress (lama pemuasaan tergantung pada kondisi lapangan). Hal ini berhubungan dengan pembentukan panas dari pakan dan keterbatasan ayam dalam mengeluarkan panas dari tubuhnya. Pertalian erat antara keduanya menyebabkan ayam akan semakin kepanasan yang berasal dari lingkungan dan juga suhu tubuh. Pada suhu dingin, peternak justru diharapkan menambah jumlah pakan yang diberikan dengan harapan menyediakan energi untuk menghangatkan tubuh
  • Atur kepadatan ayam agar memberi ruang gerak yang lebih leluasa. Hal ini juga dapat menyediakan sirkulasi udara lebih baik sehingga udara tidak pengap.
  • Tingkatkan biosekuriti dengan melakukan penyemprotan menggunakan Antisep, Neo Antisep atau Medisep (pada kandang yang berisi ayam).
  • Lakukan desinfeksi air minum dengan Desinsep, Antisep atau Neo Antisep untuk menekan penularan bibit penyakit melalui air minum (hati-hati saat ada jadwal vaksinasi/pengobatan/pemberian viamin)
Infeksi Parasit
image

INFEKSI PARASIT

  Cacingan
Worm Disease
  Cacingan pada ayam  dapat disebabkan oleh:  
-       Ascaridia galli








Infeksi cacing ini terutama menyerang ayam usia 3-4 bulan. Spesimen dari parasit ini kadang-kadang ditemukan dalam telur. Cacing ini berpindah tempat dari usus ke oviduct dan dapat masuk ke dalam telur pada saat pembentukan telur tersebut. Cacing dewasa mudah dilihat dengan mata telanjang karena panjang cacing dewasa mencapai ½ hingga 3 inchi.
Riwayat hidup cacing ini sangat simple. Cacing betina akan meletakan telurnya di usus unggas yang terinfeksi dan akan ikut dikeluarkan bersama tinja. Embrio akan terus berkembang dalam telur tersebut meskipun tidak akan langsung menetas. Larva dalam telur mencapai stadium infektif dalam 2-3 minggu. Telur yang mengandung embryo ini sangat tahan banting bahkan dalam kondisi laboratorium dapat bertahan hingga 2 tahun, sedangkan dalam keadaan biasa akan tetap bertahan hingga 1 tahun bahkan lebih. Hal yang penting di sini adalah desinfektan yang digunakan pada peternakan tidak dapat membunuh/ merusak telur. Unggas akan terinfeksi jika memakan telur cacing ini.
Unggas yang terinfeksi oleh cacing ini akan terlihat lesu, diare dan kurus. Kerusakan utama yang ditimbulkan adalah penurunan efisiensi pakan, namun kematian hanya timbul pada infeksi yang sangat berat.  
Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan sanitasi kandang dengan baik dan pemisahan ayam berdasarkan umur. Bersihkan kandang sebersih mungkin jika kandang akan digunakan untuk populasi ayam yang baru.Sedangkan obat yang digunakan adalah preparat piperazine yang hanya dapat memutus rantai penularan dengan membunuh cacing dewasa. Preparat yang biasa kami gunakan dan kami berikan tiap 4 minggu adalah Piperavaks produksi dari Vaksindo. Pemberian obat ini cukup dicampurkan pada air minum.  
-       Heterakis gallinae
Parasit ini tidak menimbulkan akibat yang serius pada kesehatan ayam. Minimal tidak menimbulkan gejala atau patologi yang signifikan. Cara penularan cacing ini sama dengan Ascaris. Namun telur yang mengandung larva akan infektif dalam 2 minggu. Dalam cuaca yang dingin akan membutuhkan waktu yang lebih panjang. Parasit ini dapat dibasmi dengan fenbendazole.  
-      Capillaria annulata atau Capllaria contorta
Cacing ini sering ditemukan pada esophagus dan tembolok. Parasit ini menyebabkan penipisan dan inflamasi pada mukosa. Pada system gastrointestinal bagian bawah, dapat ditemukan beberapa spesies parasit tetapi biasanya adalah Capillaria obsignata .  
Berbeda dengan cacing yang lain, pembentukan embryo memakan waktu 6-8 hari dan akan sangat infeksius untuk peternakan. Kerusakan terparah akan terjadi pada 2 minggu setelah infeksi. Parasit ini akan menimbulkan inflamasi berat dan kadang-kadang terjadi perdarahan. Erosi pada usus akan menyebabkan kematian. Problem yang sering ditimbulkan oleh parasit ini adalah penurunan pertumbuhan, penurunan produksi dan fertilitas.  
Sanitasi yang baik merupakan kunci pencegahan yang utama. Pemberian vitamin A dapat memberikan nilai tambah. Parasit ini dapat dibasmi dengan menggunakan fenbendazole atau leviamisole.  
Secara umum, seorang penulis menggambarkan gejala penyakit cacingan pada ayam adalah sbb:
-     tubuh ayam menjadi kurus
-     nafsu makan berkurang
-     sayap kusam dan terkulai
-     kotoran encer, berlendir berwarna keputihan dan kadang berdarah
-     pertumbuhan lamban  
Penanggulangan yang dapat dilakukan secara umum adalah:
-     sanitasi kandang dengan desinfektan
-     pemberian Caricid pada umur 4-6 minggu dengan dosis 30 ml/3 liter air untuk 100 ekor ayam. Umur lebih dari 6 minggu diberi dosis 6 ml/10 L air untuk 100 ekor ayam
-     campurkan premix 2.4% ke dalam makanan dengan dosis 2.5 kg/kg pakan diberikan selama 5-6 hari
penyakit dan Ramuan Herbal anti ND

Ramuan Herbal dari Indonesia ini dapat mengatasi Penyakit Nd dan Flu Burung, walaupun tidak 100 persen. 


Berdasarkan Pengalaman kami dalam mengatasi suatu kandang  atau peternakan yang mengalami serangan penyakit ND yang Ganas, Upaya Yang Dapat dilakukan Adalah:

1. Lakukan Vaksinasi ulang

2. Jangan gunakan obat obatan anti bakteri atau anti biotik untuk mengobatinya karena akan mempercepat kematian

3  Bila dalam satu kandang Terserang maka kemungkinan Ayam dalam satu kandang itumembawa / karier virus sehingga mungkin akan menular pada ayam yang lain maka isolasi kandang tersebut, lakukan penyemprotan disinfektan dan siram lantai kandang dengan desinfektan tang telah dicampur air bisa juga gunakan larutan clorin ( Pemutih Pakaian ) untuk Membersihkan Kandang

4.  Pada Kandang yang belum terserang cepat ,cepat ungsikan jauhkan ayam ayam dari kandang yang terserang penyakit

5.  Jangan menangani berganti ganti antara kandang yang terserang dengan kandang yang masih belum ada kasus serangan penyakit.

6.  Upayakan pengobatan Ayam yang sakit dengan Cara sebagai berikut
  • Berikan lewat oral / mulut bisa disuapkan melalui spet ( suntikan ) yang diganti jarumnya dengan selang kecil halus ( selang infus ) untuk memasukkan Herbal yang terbuat dari buah Maja yang telah difermentasi , Anda dapat membelinya di Poultry, jika tak menemukan Anda bisa buat sendiri dengan cara Haluskan buah Maja tambah Pace / Mengkudu, Umbi Rumput Teki Diblender halus Tambahkan sedikit gula daan Ragi ( Tape )  untuk mempercepat Fermentasi biarkan 4 Hari , ramuan siap digunakan. buat ramuan ini untuk antisipasi pada musim pancaroba
  • Pencegahan Lebih baik dari mengobati berlaku untuj kasus ND ini.  Hati hati dalam memasukkan ayam ke kandang Anda dari luar, jangan jangan ayam tersebut membawa virus ND dari luar


-->